Penulis:

1. Ir. I.G.N.G Bidura,MS
2. Desak Putu Mas Ari Candrawati
3. Dewi Ayu Warmadewi

Penerbit: Universitas Udayana 2010

ISBN: 978-602-8566-45-2

 

 

 

PRAKATA

Paradigma  baru  pembangunan  peternakan  perunggasan  dalam
kerangka agribisnis  memberikan peluang  bisnis  yang  lebih
banyak  yang dapat dilakukan dan diberdayakan. Pengembangan
industri  pakan  pada  sub-sistem  hulu  merupakan bagian
terpenting  yang  dapat  menunjang  keberhasilan  pembangunan
peternakan unggas,  mengingat  kebutuhan  akan  pakan  tidak
mungkin  disubstitusi  oleh  sarana produksi yang lain.
Melihat peran  dan kontribusi, serta posisi sub-sektor peternakan dalam  perekonomian  nasional,
maka  pembangunan  sub-sektor  peternakan  unggas menjadi suatu alternatif pilihan bagi pemerintah
dan masyarakat.

Percepatan  pembangunan  peternakan  unggas  juga  akan  menyediakan  bahan pangan  hewani  atau
menambah  penawaran  produk  peternakan  yang  akan menciptakan pendapatan sebagian besar penduduk
Indonesia. Peningkatan kebutuhan akan  protein hewani akan berkorelasi positif dengan peningkatan
jumlah  kebutuhan akan  produksi  ternak,  sehingga  akan  merangsang  peningkatan  jumlah  populasi
ternak,  yang  tentunya  akan  meningkatkan  kebutuhan  akan  pakan.  Tumbuh kembangnya  industri
pakan  unggas  juga  akan  didukung  oleh  ketersediaan  bahan baku  lokal  yang  melimpah,
sehingga  kendala  impor  dapat  diatasi  dan  bukan merupakan suatu masalah yang besar dan ditakuti.

Akhirnya, keberhasilan pembangunan peternakan unggas memang tidak saja tergantung pada
perkembangan industri pakan, karena sesungguhnya terdapat beragam integrasi yang masih
perlu disatukan. Industri pakan ternak merupakan komponen terpenting dari sekian banyak
komponen penting lainnya dalam pengembangan sub-sektor peternakan, sehingga investasi untuk
pengembangan bisnis industri pakan dapat menjadi salah satu faktor pendorong bagi tumbuh
kembangnya usaha peternakan dan tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Buku ini akan menguraikan pokok persoalan (isu) dalam pemilihan bahan pakan untuk ternak
unggas dan strategi mengontrol kualitasnya. Produk limbah agroindustri pertanian merupakan pakan
ternak alternatif yang mengandung potensi yang sangat besar, baik sebagai sumber energi,
sumber serat, ataupun sumber makronutrien lainnya. Faktor pembatas penggunaannya dalam ransum
unggas adalah tingginya kandungan asam fitat, tannin, dan serat kasar dari limbah tersebut, karena
ternak unggas tidak dapat mencerna senyawa tersebut.

Di samping itu, pengontrolan terhadap kualitas pakan juga diperlukan karena pengontrolan dapat
dilakukan dengan mudah, benar, dan efektif. Strategi tersebut berupa pengembangan dan
pelaksanaan sistem pengawasan kualitas pakan termasuk di dalamnya keamanan pakan secara terpadu.
Luaran dari penerapan sistem ini adalah jaminan kualitas dan kepuasan semua pihak,
sehingga penerapan sistem ini akan memberikan perlindungan dari ancaman bahaya fisik, kimia,
dan biologi.

Ihwal bahan pakan untuk unggas (konvensional dan inkonvensional), level pemberiannya, dan
pengaruhnya pada kuantitas dan kualitas produksi juga dibahas dalam buku ajar ini.
Umumnya bahan pakan untuk ternak unggas sebagian terdiri atas bahan makanan yang berasal dari
tanaman, terutama sisa atau hasil ikutan dari berbagai pabrik dan perusahaan. Zat makanan yang
ada dalam bahan makanan tersebut dalam tubuh unggas akan diubah menjadi daging dan telur.
Harapan peternak dalam memelihara ternak unggas adalah untuk mendapatkan produksi telur dan daging
yang memadai. Hal tersebut akan dapat dicapai bila ternak unggas mendapat formula ransum
yang sempurna. Untuk tujuan tersebut, diperlukan pengetahuan yang mendalam mengenai pengertian pokok
dari ilmu makanan ternak, antara lain komposisi dari tumbuh-tumbuhan dan hewan, proses faali di dalam tubuh
unggas, metabolisme, dan kebutuhan unggas akan zat makanan untuk hidup pokok, pertumbuhan, dan produksi.

Buku ajar ini juga memuat dan menyajikan beberapa hasil penelitian dalam penerapan pemberian pakan
alternatif pada unggas. Karena itu, sasaran utama pengguna buku ajar ini adalah mahasiswa peternakan tingkat sarjana maupun pascasarjana di bidang peternakan dan yang terkait dengannya. Selain itu, buku ini
juga akan bermanfaat bagi mereka yang berkecimpung atau setidaknya menaruh minat di bidang peternakan, karena dalam buku ini juga diberikan beberapa hasil penelitian dan pemanfaatan berbagai macam pakan
alternatif (inkonvensional).

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
I.  PENDAHULUAN
1.1  Pengertian Pakan dan Ransum
1.2  Ransum Unggas
1.3  Kendala dan Risiko Ketersediaan Bahan Pakan
1.4  Strategi Peningkatan Produksi Pakan
1.5  Strategi Pemakaian Bahan Baku Pakan Lokal
1.6  Keterbatasan Nutrisi Pakan
1.6.1.  Serat Kasar
1.6.2.  Senyawa Fitat
1.7  Enzim Sebagai Pakan Tambahan
1.8  Kandungan Nutrisi Pakan Mempengaruhi Pencemaran Lingkungan
II.  SISTEM PENCERNAAN TERNAK UNGGAS
2.1  Perkembangan dan Pembagian Organ Pencernaan
2.2  Enzim Pencernaan pada Unggas
2.3  Absorpsi Zat Makanan
2.4  Mikroorganisme Saluran Pencernaan
2.5  Faktor  yang  Mempengaruhi  Komposisi  Mikroflora  Saluran Pencernaan
2.6  Bakteri Probiotik
III.  PERAN ZAT GIZI DALAM TUBUH UNGGAS
3.1  Air
3.2  Protein
3.2.1.  Perhitungan  Kebutuhan  Akan  Protein  dan  Asam  Amino  dari
Jumlah yang Disimpan atau Digunakan oleh Ayam
3.2.2.  Defisiensi Protein
3.2.3.  Kelebihan Protein
3.2.4.  Pakan Sumber Protein
3.3  Energi
3.3.1.  Kebutuhan akan Energi
3.3.2.  Imbangan Energi dan Protein (Energy-Protein Ratio)
3.4  Lemak
3.4.1.  Pembentukan Lemak
3.4.2.  Pengaruh Lemak Makanan terhadap Lemak Tubuh
3.5  Serat Kasar
3.6  Mineral
3.7  Vitamin
IV.  PAKAN UNGGAS KONVENSIONAL
4.1  Pakan Unggas
4.2  Pakan Unggas Konvensional
4.2.1.  Jagung Kuning
4.2.2.  Kacang Kedelai
4.2.3.  Dedak Padi
4.2.4.  Pollard
4.2.5.  Sorghum (Sorghum bicilor)
4.2.6.  Bungkil Kelapa
4.2.7.  Bungkil Kacang Tanah
4.2.8.  Tepung Ikan dan Udang
4.2.9  Minyak atau Lemak
4.2.10 Bahan Pakan Sumber Mineral
4.3  Bentuk Ransum Unggas
V.  PAKAN UNGGAS INKONVENSIONAL
5.1  Kulit Biji Kacang Kedelai
5.1.1  Fermentasi  Kulit Kacang Kedelai
5.1.2  Respons Unggas terhadap Pemberian Kulit Kacang Kedelai
5.2  Kulit Cokelat (Theobroma cacao)
5.3  Ampas Tahu
5.4  Ampas Kecap
5.5  Ampas Roti
5.6  Ubi Kayu
5.7  Onggok
5.8 Ubi Jalar (Ipomea batatas L.)
5.9 Serbuk Gergaji Kayu
5.10 Kotoran Ayam
5.11 Bulu Ayam
5.12 Isi Rumen
5.13 Bahan Pakan Produk Terfermentasi
VI. PAKAN HIJAUAN UNTUK UNGGAS
6.1 Hijauan untuk Unggas
6.2 Senyawa Fitokimia pada Tumbuhan
6.3 Duckweed (Lemnna minor)
6.4 Tepung Daun Lamtoro
6.5 Eceng Gondok
6.6 Rumput Laut (Gracillaria sp)
VII. PAKAN TAMBAHAN
7.1 Asam Amino Sintetis
7.2 Enzim
7.2.1. Penggunaan Enzim pada Ransum Unggas
7.2.2. Mekanisme Kerja Enzim
7.2.3. Sumber Enzim
7.2.3.1. Sumber Enzim hewani
7.2.3.2. Sumber Enzim Nabati
7.2.4. Pengaruh Enzim pada Unggas
7.3 Hormon
7.4 Senyawa Pemacu dan Penghambat Pertumbuhan
VIII. PENGUJIAN KUALITAS PAKAN
8.1 Pengontrolan Kualitas Pakan
8.2 Penentuan Kualitas Pakan
8.2.1. Pemeriksaan Fisik
8.2.2. Pemeriksaan Biologi dengan Mikroskop
8.2.3. Analisis Kimia (Proksimat)
8.2.4. Analisis Van Soest
8.2.5. Uji Organoleptik
8.2.6. Uji Densitas
8.2.7. Uji Kelarutan Total Gula dan Lignin
8.2.8. Uji Kelarutan Protein
8.2.9. Uji Urea dan Aktivitas Urease
8.3 Senyawa Pencemar Pakan
8.3.1. Pakan Terkontaminasi Mycotoxin
8.3.2. Pakan Mengandung Antibiotik
8.3.3. Pakan Mengandung Bahan Kimia Pertanian dan Lainnya
8.3.4. Pakan Mengandung Agen Infeksi
X. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA